Anggur sebagai tanaman tumbuh memanjat memiliki ranting-ranting yang dapat berbuah. Buah anggur dengan nama latin Vitis vinifera L ini dapat tumbuh di daerah dingin, subtropik, maupun tropis. Anggur pertama tumbuh di dataran Eropa, Islandia, Amerika Utara dan akhirnya menyebar hingga ke Asia, tanaman anggur secara morfologis terdiri atas daun, batang, akar, sulur, bunga, buah, dan biji.
Buah Anggur termasuk tanaman yang mudah untuk dibudidayakan kerap kali masyarakat menanamnya di pekarangan rumah ataupun di beranda rumah. Buah anggur termasuk dalam tanaman rambat keberadaannya juga bisa dijadikan tanaman hias oleh karena itu banyak ditanam di rumah warga. Buah anggur salah satu buah favorit untuk masyarakat Indonesia karena warnanya yang menarik serta rasanya yang lezat. Tidak heran anggur menjadi salah satu buah yang sering dibudidayakan.
Skala hobi di pekarangan rumah



Klasifikasi dan Morfologi
Buah anggur menjadi buah yang sangat digemari masyarakat karena ukurannya yang pas untuk dimakan serta tidak perlu susah payah mengupas buah untuk memakannya. Buah anggur selain dapat dikonsumsi langsung juga dapat dikonsumsi dengan cara dikeringkan menjadi kismis.
Selain itu buah anggur merupakan buah yang menjadi bahan dasar pembuatan beberapa minuman beralkohol / Wine. Buah anggur merupakan tanaman yang dapat tumbuh di daerah tropis maupun sub tropis.
Buah anggur disinyalir berasal dari kawasan selatan lebih tepatnya antara laut hitam dan laut kaspia lalu tanaman anggur menyebar ke benua Amerika, Eropa, dan Asia. Namun, buah anggur lebih baik ditanam pada daerah tropis yang bersifat tahunan dan beiklim kering.
Buah Anggur masuk ke dalam tanaman yang lebih banyak membutuhkan musim kemarau daripada musim penghujan oleh karena itu buah anggur kerap kali disebut sebagai Long Day Plant (Tanaman dengan hari panjang).
Untuk mengenal lebih jauh berikut merupakan klasifikasi dan morfologi dari buah anggur
KINGDOM : Plantae (Tumbuhan)
SUBKINGDOM : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
DEVISI : Magnoliphyta (Tumbuhan berbunga)
SUPER DEVISI : Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
SUB KELAS : Rosidae
KELAS : Magnoliopsida (Tumbuhan dikotil)
FAMILI : Vitaceae
ORDO : Rhamnales
SPESIES : Vitis Vinifera L.
GENUS : Vitis L.
Morfologi
Morfologi buah anggur terbagi menjadi lima yaitu morfologi buah, bunga, daun, batang, dan akar.
Untuk lebih lengkapnya berikut penjelasan tentang morfologi buah anggur.
Buah anggur memiliki ciri khas berbentuk bulat kecil menyerupai bentuk telur puyuh dengan diameter lingkaran 2-4 cm. Buah anggur memiliki beberapa jenis warna seperti ungu, merah, hijau, hitam, dan tergantung pada jenis varietasnya.
Buah anggur dilapisi kulit tipis dimana di dalamnya terdapat daging buah yang berair dan kenyal berisi serat. Daging anggur kebanyakan berwarna hijau atau putih keabu-abuan. Di dalam daging buah terdapat biji dengan ukuran kecil berjumlah berkisar 2 hingga 4 biji, ada juga variatas tanpa biji. Rasa dari buah manis, asam, segar.
2. Morfologi Bunga
Pada ranting yang berbentuk untaian tumbuhlah bunga tanaman anggur. Jumlah untaian yang muncul pada satu ranting tanaman anggur tidak menentu bisa banyak ataupun sedikit.
Berdasarkan tipenya sendiri anggur memiliki dua tipe yaitu bunga jantan dan betina yang dimana putik dan benang sarinya terdapat dalam pohon yang sama. Bunga dari tanaman anggur berwarna putih hingga kekuningan .
3. Morfologi Daun
Daun tanaman anggur berbentuk mirip seperti jantung dengan bagian tepi yang bergerigi dan juga terdapat lekukan serta tekstur yang kasar. Daun tanaman anggur berwarna hijau dengan panjang sekitar 10-14 cm dan lebar mencapai 8-14cm.
4. Morfolofi Batang
Batang tanaman anggur berukuran kecil dengan bercabang, panjang, dan diameter rata-rata 2-5 cm namun dapat mencapai lebih dari 10 cm. Batang tanaman berwarna hijau dan kecokelatan dengan tumbuh secara menjalar dengan panjang hingga 8m. Fase siap berbuah ditandai dengan batang yang berukuran pensil, berwarna coklat.
5. Morfologi akar
Tanaman anggur berjenis akar tunggang dan memiliki akar samping yang dalam serta kuat sehingga tahan pada kekeringan. Akar tanaman dapat tumbuh dengan kedalaman mencapai 60 cm lebih.
Beberapa dari buah anggur dibedakan berdasarkan warnanya, varietas anggur meja atau yang biasa disebut table grapes, varietas anggur yang pada umumnya berukuran besar, berpenampilan menarik, ada yang tanpa biji (seedless) dan pastinya dari segi rasa sangat ideal untuk disantap dalam keadaan segar.
Jenis-jenis Anggur:
1. Anggur Merah
Anggur dalam warna merah kerap kali kita temukan anggur dengan warna merah termasuk ke dalam beberapa jenis yaitu Crimsom Seedless, Flame Seedle, Red Globe, Ruby Seedless, dan Scarlet Royal.
2. Anggur Hijau
Anggur berwarna hijau merupakan salah satu jenis anggur yang paling sering kita temui untuk anggur berwarna hijau berikut merupakan beberapa jenis di dalamnya yaitu Autumn King, Blanc Seedless, dan Princess.
Jenis anggur yang paling sering kita konsumsi adalah anggur dengan warna hitam. Anggur warna hitam merupakan anggur dengan jenis Autumn Royal.
Untuk proses budidaya buah anggur merupakan tanaman yang gampang-gampang susah untuk dibudidayakan karena meskipun tahan terhadap kekeringan beberapa hal harus tetap diperhatikan sebagai syarat tumbuh anggur agar menghasilkan buah anggur berkualitas.
Berikut merupakan beberapa syarat agar buah anggur dapat tumbuh dengan baik.
Iklim
Tanaman anggur akan lebih baik bila ditanam di daerah dataran rendah dengan lama musim kemarau sekitar 4 hingga 7 bulan. Dalam proses pertumbuhannya usahakan agar anggur tidak ditanam di daerah dengan angin yang kencang agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman.
Suhu udara yang baik untuk pertumbuhan adalah 340C pada siang hari dan 230C pada malam hari dengan memastikan tanaman mendapat paparan cahaya matahari dengan baik, minimal 6 jam, diatas 6 jam lebih baik lagi.
Media Tanam
Untuk media tanam skala hobi pada waktu penyemaian dapat menggunakan planterbag / pot ukuran minimal 75liter - lebih besar lebih baik dengan campuran tanah lembang 2 karung, pupuk kandang kambing 1 karung, sekam bakar 1 karung, sekam mentah 1 karung, campuran tersebut di fermentasi dengan EM4 1/2 botol dan 2 kg gula pasir ( cairan EM4 dan gula pasir dicampur terlebih dahulu sampai 2 hari ), setelah itu siap disiram ke media tanam dan tunggu proses pengomposan selama 1 bulan - setelah 1 bulan cek kondisi media tanam paling bawah di pot, apakah masih panas, jika sudah dingin artinya media tanam sudah siap dipakai.
Lakukan pengapuran dengan kapur dolomit terlebih dahulu untuk menaikan pH tanah supaya tidak terlalu asam, masukan bibit tanaman, pasang plant stake / tajir rambatan, lakukan penyiraman.
Beberapa varian anggur yang saya tanam, antara lain : Jupiter, Heliodor, Donesky, Akademik, Urum, Kupidon, Tamaki, Transfigurasi, Shine Muscat
Semoga bermanfaat...Salam Peng-Angguran.








