Cari Blog ini

Senin, 05 Juni 2023

Pemupukan Anggur Yang Ditanam Di Dalam Planter Bag / Pot



Pemenuhan kebutuhan nutrisi diperlukan agar tanaman anggur yang Anda budi daya dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal khususnya penanaman di dalam planter bag / pot. Selain diberi pupuk anorganik, anggur agar cepat berbuah, tanaman ini juga perlu untuk diberikan beberapa nutrisi tambahan organik seperti kohe kambing, kohe kelelawar, pupuk kascing, dll.

Selain perlu memperhatikan pupuk untuk anggur yag digunakan, Anda juga perlu memperhatikan teknis perawatan yang sesuai dengan prosedur.
Pada umumnya perawatan atau pemeliharaan tanaman anggur dapat dilakukan dengan cara menempatkan dan mengatur tumbuhan agar berada di tempat yang terpapar sinar matahari selama 9 jam.
Pemupukan konsisten tanpa disertai sinar matahari yang cukup akan menjadi sia sia, tanaman kerdil, susah untuk terjadi pembuahan.

Paparan Sinar matahari selama 9 jam

Untuk mendapatkan kelembapan media tanam yang maksimal perlu melakukan penyiraman tanaman dengan interval waktu 2 hari 1x, tergantung ukuran pot / planterbag, selalu cek kelembapan tanah, jika kering segera siram air, tanaman anggur tidak menyukai media tanam yang terlalu becek, hentikan penyiraman air di saat hujan.

Pemupukan tanaman anggur dalam pot jika dilihat dari waktu pemberiannya dibagi menjadi 2, yaitu mingguan dan bulanan. Dari kedua waktu pemberian tersebut memiliki perbedaan dalam jenis dan dosis pupuknya.

Pemupukan Mingguan.

Pemupukan mingguan tanaman anggur dalam pot dilakukan setiap 1 minggu sekali, adapun pupuk yang diberikan adalah pupuk NPK ( nitrogen, phosphate, kalium). Pemberian pupuk NPK ini dimulai sejak tanaman anggur dalam pot berumur 0 hari atau sejak penanaman hingga beberapa bulan - fase Vegetatif sampai tanaman siap dilakukan pemangkasan untuk merangsang pembungaan atau saat tanaman memasuki fase generatif.


Setelah tanaman memasuki fase generatif, pupuk yang diberikan bukan lagi NPK melainkan P (phosphate) dan K (kalium) saja, pupuk P dapat diperoleh dari pupuk TSP atau MAP, sedangkan pupuk K bisa diperoleh dari pupuk KNO atau KCL atau agar lebih ringkas, pupuk P dan K dapat diperoleh menggunakan pupuk MKP (mono kalium phosphate).


Cara aplikasi pupuk di planter bag / pot dilakukan dengan cara dikocor dengan air.
Larutkan 1 sendok pupuk ke dalam 3 liter air, kemudian siramkan secara merata pada media tanam dalam planter bag / pot.

Kohe Kelelawar segar yg sudah di fermentasi

Kohe Kambing yang sudah di fermentasi

Pemupukan Bulanan

Pemupukan bulanan tanaman anggur dalam pot dilakukan setiap 1 bulan sekali, adapun pupuk yang diberikan adalah pupuk organik seperti kohe kambing, kohe kelelawar, pupuk kascing, tentunya yang sudah di fermentasi, pembenah tanah seperti asam humat, kapur dolomit, sesuaikan takaran dengan ukuran pot / planter bag.

Asam Humat

Kapur Dolomit


Kupas tuntas cara pemupukan yang saya lakukan.

Semua orang mempunyai metode pemupukan sendiri, begitu juga dengan saya sendiri, terus terang saya lebih menyukai penggunaan pupuk anorganik karena terbilang sangat cepat terhadap respon tanaman, takaran pupuk anorganik sangat jelas komposisi kandungan unsur hara nya, diberikan sesuai dosis, lebih baik dalam takaran kecil untuk menghindari over dosis.
Berbeda dengan pupuk organik, kandungan unsur hara nya naik turun alias tidak pasti dan bersifat slow release dan menurut pribadi saya, pupuk organik lebih cocok digunakan sebagai pembenah tanah, menggemburkan tanah, menstabilkan pH tanah, memperbaiki sifat kimia, fisik dan biologi tanah.

Pemupukan yang saya lakukan dengan membagi menjadi 2 fase yaitu : Fase Vegetatif dan Fase Generatif, dengan pemupukan anorganik memakai program merek pupuk Meroke.
Program pemberian pupuk akan saya custom sesuai dengan ukuran planter bag /pot, usia tanaman, kondisi media tanam, intensitas cahaya matahari dan cuaca.



Proses pemupukan yang saya lakukan adalah hasil custom pribadi, konsepnya adalah meminimalkan over dosis pupuk dan tidak boleh mencampurkan pupuk yang antagonis, misal unsur hara Kalium-K, Magnesium-Mg, NH4-Amonium tidak akan saya campur dengan unsur hara Kalsium-Ca, proses penyiraman pupuk dilakukan secara bergantian, misal hari senin penyiraman dengan Meroke MKP (ada unsur Kalium dan Phospat) selanjutnya hari rabu dengan Meroke Karote plus Boroni (ada unsur Ca 26%).
Oh ya, semua unsur hara selalu saya campur dengan air terlebih dahulu dan dikocor ke tanaman, efeknya lebih cepat dibanding ditabur.


Program pemupukan mengikuti konsep nya pabrikan Meroke ( gambar diatas ), tetapi untuk dosis disesuaikan dengan ukuran planter bag , jika mengikuti dosis diatas dipastikan akan mengalami OD alias Over Dosis, kelebihan nutrisi akan menjadi racun yang dapat membunuh tanaman itu sendiri.

Untuk meminimalkan Over Dosis, solusi yang bisa saya tawarkan adalah menggunakan TDS Meter, alat ukur yang dipakai di sistem tanam hidroponik, tujuan nya untuk mengukur total padatan terlarut.
Untuk kalangan hobi, pemberian pupuk kebanyakan dilakukan dengan dosis "kira kira", by feeling akibat nya bisa kelebihan atau kekurangan dosis hara.
Setelah unsur hara yang kita inginkan di encerin dengan air, Anda bisa langsung mengukur untuk mendapatkan satuan ppm / EC yang Anda inginkan.


Saya lebih menyarankan memakai satuan EC dibanding PPM, dari beberapa artikel yang saya baca 1 mS/cm atau 1 EC = 500ppm s/d 700ppm, kenapa angka ppm nya tidak pasti ? Sebab setiap TDS meter mengkonversi angka EC yang berbeda beda, ada TDS meter yang mengkonversi 1 mS/cm = 500ppm ada pula yang mengkonversi 700ppm, selisih angka tersebut kadang bisa ditoleransi oleh tanaman kadang ada yang tidak (tergantung jenis tanaman).

    Tabel konversi EC ke PPM 500, 640, 700

Lakukan program pemupukan sesuai dengan program yang direkomendasikan dari pabrikan Meroke, selalu pantau dan fokus, jika terlihat misal daun gosong atau mengkerut, bunga rontok segera kocor dengan air bersih dan kurangi dosis pemupukan

Apakah saat pohon anggur masuk ke fase pembungaan harus di stop pemupukan ?Sebaiknya di stop terlebih dahulu sejak muncul brokoli pertama sampai proses bunga menjadi berry, setelah menjadi berry tetap lanjut pemupukan dengan dosis kecil sekitar EC 1.5 -1.7  sampai proses matang berry buah khususnya dengan pupuk Karote plus Boroni, unsur Ca dan MKP akan menjaga supaya buah kuat dan tidak mudah rontok.
Ada beberapa variatas anggur yang tidak masalah saat pembungaan tetap dilakukan pemupukan dosis kecil, misal seperti Jupiter, Donesky tapi ada juga yang cukup sensitif misal seperti varian heliodor, shine muscat, moondrop.

Tabel EC ke PPM 700

Beberapa tahapan dosis nutrisi yang saya lakukan (dengan tabel EC = ppm 700):

1. Fase Vegetatif, rekomendasi di angka EC 1.4 - EC 1.8 untuk bibit anggur mulai 1 - 5 bulan, diberikan setiap 1 minggu 1x, bisa dengan Meroke Kalinitra, MAG-S, MAP, Karote Plus Boroni, Mutiara Grower, diberikan ber variasi dan jangan lupa hindari unsur hara yang antagonis.

2. Fase Generatif - muncul brokoli calon bunga :  sebaiknya di stop pemupukan terlebih dahulu, usahakan media tanam tidak becek tapi lembab.

3. Fase Generatif - dari brokoli menjadi bunga, semua pemupukan dihentikan, cukup siram air bersih aja supaya media tanam tetap lembab, setelah berhasil proses polinasi,  lanjut pemupukan dosis kecil,  fokus ke unsur hara Karote plus Boroni dan MKP, khususnya Karote plus Boroni lebih diutamakan, unsur Ca 26% memperkuat berry supaya tidak gampang rontok, MKP sedikit saja, total larutan di EC 1.5 - EC 1.7 - tidak diperlukan unsur N.

4. Berry buah menjadi Veration, perubahan warna, siap panen, fokus ke unsur hara SOP ( kalium & Sulfur ) & Karote plus Boroni dan di EC 1.9 - 2.0 sampai panen, di aplikasikan bergantian.


Semoga Bermanfaat, Salam Peng-Angguran













Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Translate

Fermentasi Buah Anggur

Panen buah anggur berlebihan dan tidak habis dikonsumsi ? Simpan terlalu lama keburu busuk, kelebihan panen buah anggur bisa An...