Anda suka menanam buah dalam Pot / Planter bag?
Tahukah anda, masa depan mereka sangat ditentukan oleh media tanam yang anda pakai.
Kesalahan membuat media tanam di dalam pot / planter bag akan berdampak buruk pada pertumbuhan tanaman dalam jangka panjang.
Bahkan tidak jarang, efeknya langsung terlihat hanya hitungan hari atau minggu pasca tanam, seperti daun mendadak layu, kering, rontok, kerdil, tidak ada pertumbuhan hingga berujung kematian.
Saya yakin anda tidak ingin mengalaminya.
Media tanam dalam pot kunci pertumbuhan tanaman
Sebenarnya, salah satu keyword (kata kunci) untuk menanam tanaman dalam pot, planter bag polybag, dan sejenisnya adalah media tanam. Ada apa dengan media tanam ? bukankah media tanam itu tanah dan campuran organik yang begitu mudah sekali di dapatkannya?
Benar, tetapi Anda perlu mengenal lebih dekat dengan bahan campuran media tanam untuk dapat dicampuradukkan dengan tanah. Sebab, jika tidak hati-hati dengan penggunaan media tanam dalam pot, tanaman justru terganggu pertumbuhannya.
Campuran tanah yang dimaksud adalah pupuk organik. Pupuk organik yang biasa dicampur dengan tanah seperti pupuk kandang, sekam, dll.
Media tanam yang BERKUALITAS SUPER harus memenuhi 6 kriteria berikut:
1. Bertesktur gembur, remah dan porous
2. Kaya kandungan bahan organik dan unsur hara
3. pH tanah cenderung netral atau kisaran level 6-7
4. Didominasi organisme tanah bermanfaat dan minim organisme merugikan (patogen)
5. Mampu menyimpan air dalam jumlah sedang, tidak kurang atau berlebihan
6. Dalam jangka panjang, tekstur tanah tidak mudah memadat dan mengeras
Wadah dan Media Tanam khusus tanaman Anggur.
Di artikel ini saya akan coba mengupas lebih detail "wadah dan media tanam" untuk penanaman tanaman anggur, banyak tempat penanaman yang bisa dipakai tetapi saya merekomendasikan "Planter bag" adalah solusi terbaik dibanding media pot, polybag, dll.
Planter bag 75 liter
Planter bag 100 liter
Planter bag adalah tempat atau wadah tanam untuk membudidayakan tanaman, yang fungsinya hampir sama dengan pot kayu, pot keramik dan pot plastik untuk menanam tanaman. Penggunaan planter bag adalah sebuah solusi bagi mereka yang ingin membudidayakan tanaman pada tempat yang terbatas, juga memudahkan perawatan. Selain itu, penggunaan planter bag atau karung tanaman memilki keunggulan tersendiri dibandingkan media tempat tanaman untuk pembibitan.
Berikut adalah beberapa keunggulan planter bag, jika dibanding dengan tempat tanaman lainnya seperti pot plastik, pot kayu maupun pot keramik, untuk tanaman anggur, sbb:
1. Daya tahan atau umur penggunaan planter bag lebih lama, bahkan untuk tanaman tertentu ada yang mencapai lebih 10 tahun.
2. Rekomendasi ukuran planter bag untuk tanaman anggur adalah minimal 75liter, diatas itu seperti ukuran 100 atau 200 liter akan lebih baik untuk menghindari penggantian media tanam yang terlalu cepat. Akar tanaman anggur berkembang dengan sangat cepat, kondisi media tanam yang sudah jenuh akan menyebabkan akar muncul ke permukaan tanah, nah sudah waktu nya Anda melakukan penggantian media tanam.
Ukuran planterbag 75liter hanya bisa dipakai dalam jangka waktu 1 tahun 2 bulan dan harus segera dilakukan penggantian media tanam yang baru supaya proses pertumbuhan dan perkembangan buah bisa maximal.
3. Memiliki sirkulasi udara dan sirkulasi air yang baik, sehingga tanaman didalam wadah tersebut mudah dan lebih cepat tumbuh, terlihat banyak sekali titik lubang pembuangan dibagian samping dan bawah planter bag.
4. Tersedia dalam beberapa model dan ukuran, pengguna wadah tanaman dapat menyesuaikan model maupun ukuran planter bag sesuai dengan tanaman yang ditanam maupun usia tanaman tersebut.
5. Proses "swap" atau penggantian planter bag dari ukuran lebih kecil ke ukuran lebih besar, lebih gampang dan tidak membuat tanaman stress, cukup dengan di selipin dengan planter bag ukuran besar setelah itu planter bag ukuran kecil di gunting dan ditarik keluar dengan pelan pelan.
6. Dapat dilipat, sebelum digunakan planter bag dapat dilipat sehingga tidak memakan tempat penyimpanan yang luas dibanding dengan wadah tanaman dari pot plastik, pot kayu maupun pot keramik yang memerlukan tempat yang luas, jika pot tersebut banyak.
7. Planter bag yang dibuat dengan bahan Polyethilene teksture, terasa lembut tetapi juga kuat terhadap cuaca apapun karena kualitas bahan yang premium dilapisi Ultra Violet (UV).
8. Bagian atas planter bag bisa ditutup dengan plastik jika saat memasuki musim penghujan menghindarkan media tanam yang terlalu becek.
Media tanam khusus tanaman Anggur.
Beberapa campuran media tanam anggur supaya bisa bertumbuh / berbuah dengan baik antara lain :
1. Tanah Lembang
Agar tanaman bisa tumbuh secara mestinya jangan menggunakan sembarang tanah.
JANGAN AMBIL RESIKO !!!
Media tanam tanah lembang yang berasal dari Bandung - dataran tinggi Lembang kecamatan Parongpong sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan khususnya tanaman buah, ini karena tanah yang ada disana sangat berharga, yang diklaim dapat menyuburkan tanaman dengan sangat baik, yang jadi permasalahan saat ini, banyak sekali penggiat tanaman buah yang asal menggunakan tanah. Padahal element tanah merupakan hal yang sangat vital, sebab tanah merupakan tempat hidup dari tanaman
Tanah yang subur bukan hanya tanah yang berwarna hitam atau tanah yang berasal dari lembang saja, melainkan tanah yang dimaksud sudah memiliki unsur aerasi yang baik untuk pertumbuhan tanaman.
Aerasi tanah adalah kelancaran pergerakan atau pertukaran udara didalam tanah. Di dalam tanah yang baik terdapat ruang-ruang (pori) yang seharusnya terisi oleh udara yang disebut sebagai pori makro. Aerasi tanah berkaitan secara langsung dengan porositas tanah, perkembangan akar dan kesuburan tanah.
2. Perbedaan Sekam Bakar vs Sekam Mentah
Salah satu unsur organik yang dipakai untuk dicampur dengan tanah adalah sekam bakar dan sekam mentah. Meskipun memiliki perbedaan, sekam bakar dan sekam mentah sebenarnya sama-sama bermanfaat untuk tumbuhan tergantung penggunaannya. Perbedaannya sendiri terdapat pada unsur-unsur hara yang ada di dalamnya.
Jika sudah dibakar, sekamnya memiliki kandungan Zinc (Zn) untuk membantu tanaman lebih cepat berbuah. Bukan hanya itu, sekamnya juga lebih steril jika dibandingkan yang masih mentah atau segar sebab mengandung banyak penyakit dan jamur.
Perbedaan sekam bakar vs sekam mentah selanjutnya adalah mengenai proses pengolahannya. Dapat dikatakan, pembakaran yang dilakukan cukup sulit karena harus tepat agar tidak justru menjadi abu.
Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan penggunaannya sebab akan memiliki tingkat pembakaran berbeda-beda. Jika sudah hangus 50% dapat digunakan untuk media tanaman atau campuran namun tidak cocok untuk semai bibit.
Berbeda halnya dengan tingkat hangus 100% yang baik sebagai media tanam atau campuran, termasuk semai bibit. Selain lebih steril dan banyak manfaatnya, Anda juga tidak perlu khawatir mengenai kelembaban.
Sekam bakar vs sekam mentah memiliki karakteristik yang berbeda. Jika sudah menjadi arang, maka akan semakin ringan. Selain itu, arang sekamnya juga kasar sehingga memiliki banyak pori, artinya sirkulasi udara semakin tinggi.
Bukan hanya mengenai sirkulasi udara saja, kapasitas menahan air juga tinggi. Warnanya yang coklat kehitaman setelah proses pembakaran sehingga sinar matahari dapat terabsorbsi lebih efektif serta dapat mengurangi berbagai penyakit terutama bakteri.
Sementara itu, Anda perlu memperhatikan cuaca maupun kadar air ketika menggunakan media tanam sekam mentah. Hal ini karena sekamnya bisa sangat kering atau bahkan membusuk jika terlalu lembab.
Sekam bakar dan sekam mentah sebelum di campurkan ke media tanah lembang harus di fermentasikan terlebih dahulu.
3. Kohe Kambing & Kohe Kelelawar.
Kotoran hewan / pupuk kandang dapat memperbaiki sifat kimia, fisika, dan biologi tanah. Pupuk yang berasal dari hewan ini dapat meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah sehingga tersedianya hara untuk tanaman.
Selain meningkatkan KTK dan tersedianya hara makro dan mikro, pupuk kandang juga meningkatkan aerasi, drainase, dan retensi air. Bahkan, dengan pemberian kohe akan meningkatkan aktifitas organisme dalam dalam media tanam yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman.
Kotoran hewan dipercaya dapat menghasilkan tanaman yang lebih sehat atau berkualitas baik, antara lain : kohe kambing, sapi, ayam, kelelawar, dll.
Untuk tanaman anggur, saya merekomendasikan memakai kohe kambing dan kohe kelelawar sebagai campuran media tanah, tentunya Kohe yang sudah di fermentasi.
Cara fermentasi kohe dapat dipelajari dengan mudah karena prosesnya tidak jauh berbeda seperti membuat pupuk kompos pada umumnya.
Alasan Penting Kotoran Kambing / Kelelawar Harus Difermentasi :
1. Proses ini diperlukan untuk menguraikan bahan-bahan organik yang ada di dalam kotoran hewan menjadi unsur hara. Hal ini diperlukan agar unsur hara lebih stabil dan mudah diserap oleh tanaman.
2. Selain itu, kotoran hewan mengandung sejumlah bakteri jahat dan patogen yang mampu menghambat proses pertumbuhan tanaman maka diperlukan cara fermentasi . Melalui cara ini, sejumlah parasit dan bakteri jahat akan mati.
3. Di lain sisi kotoran yang masih segar memiliki sifat panas karena masih mengandung amoniak dalam jumlah tinggi. Jika langsung digunakan maka dapat membakar tanaman yang memiliki gejala kekuningan sehingga perlu melewati proses fermentasi.
4. Pembuatan kohe perlu dilakukan dengan benar agar hasilnya lebih optimal. Dengan cara fermentasi kohe , tanaman dapat tumbuh dengan baik serta memiliki kualitas yang bersaing jika dibandingkan dengan tanaman lainnya.
Kandungan Unsur kohe kambing adalah karbon organik (C) 30,17, Nitrogen (N) 1,73, Fosfor (P) 2,57, Kalium (K) 1,56 dan Sulfur (S) 0,34.
Kohe Kambing
Kotoran kelelawar yang dalam dunia pertanian disebut pupuk guano mengandung nitrogen, fosfor dan potassium sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar dan pembuangan serta kekuatan batang tanaman. Kotoran kelelawar yang sudah mengendap lama dalam dasar gua akan bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai.
Kotoran kelelawar berbentuk butiran hitam segar, tidak berbau, kering, bukan yang berbentuk granule (coklat terang ), yang berbentuk butiran hitam segar bisa berfungsi sebagai unsur hara dan pembenah tanah.
Kohe Kelelawar - butiran hitam
4. Pembenah tanah : Kapur Dolomit dan Asam Humat.
Kapur dolomit
merupakan mineral alami yang lebih berfungsi sebagai pembenah tanah.
Tujuan utama pemberian kapur dolomit adalah untuk meningkatkan pH dari pH masam menjadi pH netral. Dengan demikian, diharapkan dengan pemberian kapur dolomit akan meningkatkan pH menjadi netral, di mana pada pH netral banyak unsur hara yang dapat tersedia bagi tanaman.
Pemberian kapur dolomit berlebihan menciptakan kekurangan Boron. Boron diikat senyawa organik setelah prombakan, pergunakan secukupnya.
Kedua produk tersebut memiliki kandungan berbeda, di mana kapur dolomit mengandung kalsium dan magnesium, sedangkan kapur pertanian hanya mengandung kalsium tanpa magnesium.
Pilihlah kapur dolomit saja, karena kapur pertanian hanya mampu mempertahankan pH tanah dalam waktu yang singkat akibat tidak adanya magnesium di dalamnya.
Asam Humat.
Jika dilihat dari pengertiannya, asam humat adalah zat organik yang mempunyai struktur molekul kompleks dengan bobot molekul tinggi yang mengandung gugus aktif. Secara alami, asam humat terbentuk dari proses biologi, kimia, dan fisika dari bahan yang berasal dari tanaman maupun hewan.
Proses pembentukan asam humat dikenal dengan nama humifikasi. Maka dari itu, struktur asam humat terdiri atas pencampuran senyawa organik alifatik dan aromatik. Kondisi tersebut membuat asam humat bersifat sebagai pembenah tanah.
Manfaat Asam Humat :
1. Mempunyai kapasitas tukar kation untuk menambah kemampuan tanah dalam menahan unsur hara.
2. Memiliki kemampuan menyerap air cukup tinggi antara 80 sampai 90 persen dan meningkatkan kemampuan tanah dalam menahan air.
3. Mengikat dan mengendapkan polutan seperti logam berat dalam tanah.
4. Meningkatkan nutrien lewat konversi hara menjadi bentuk yang siap diserap tanaman.
5. Meningkatkan efisiensi pemupukan.
6. Memperbaiki struktur fisik maupun kimia tanah.
7. Menunjang aktivitas mikrobiologi tanah sehingga pertumbuhan akar optimal.
Kesimpulan : Proses Mencampur Media Tanam.
Campurkan tanah lembang , sekam mentah, kohe kambing dan sekam bakar, urutan pencampuran harus tepat, yaitu : tanah lembang dicampur terlebih dahulu dengan sekam mentah sampai merata setelah itu masukan kohe kambing, diaduk dan terakhir masukan sekam bakar, aduk dengan kapur dolomit hingga tercampur semua.
Perbandingannya adalah 2:1:1:1. Maksudnya adalah ambil 2 bagian tanah, 1 bagian pupuk kandang, 1 bagian sekam mentah dan 1 bagian sekam bakar, campurkan keempat bahan tersebut atau dengan ukuran pot, misalnya 100 liter, maka jumlah masing-masing bahan untuk dicampurkan adalah:
Tanah Lembang
= [2/(2+1+1+1)] x 100 liter = 40 liter
Kohe Kambing
= [1/(2+1+1+1)] x 100 liter = 20 liter
Sekam Mentah
= [1/(2+1+1+1)] x 100 liter = 20 liter
Sekam Bakar
= [1/(2+1+1+1)] x 100 liter = 20 liter
Rekomendasi dosis kapur dolomit berdasarkan diameter pot:
Diameter 30-40cm= 1-2 sendok makan
Diameter 40-50cm= 1-2 sendok makan
Diameter 50-60cm= 2-3 sendok makan
Diameter 60-70cm= 3-4 sendok makan
Diameter diatas itu= 6-8 sendok makan
Dan jangan lupa setelah tercampur rata, untuk toping atas taburin Kohe Kelelawar (butiran hitam ) 1kg diatas permukaan tanah, biarkan dan tidak perlu di aduk.
Tahap berikutnya adalah Fermentasi dengan cairan EM4 atau Effective Microorganism 4 adalah cairan yang didalamnya terkandung campuran dari beberapa mikroorganisme hidup yang bermanfaat dan berguna bagi proses penguraian dan persediaan unsur hara tanah, diantaranya adalah bakteri fermentasi, mulai dari genus Lactobacillus, jamur fermentasi, bakteri fotosintetik Actinomycetes, bakteri pelarut fosfat, dan juga ragi
Larutkan terlebih dahulu 1/2 botol EM4 dengan 2 kg gula pasir atau gula tebu / molase, diaduk dengan 15 liter air, simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari, diamkan 2 hari.
Siram 5 liter hasil campuran Em4 dan molase ke media tanam diatas - yang sudah kita racik secara merata, tunggu 1 bulan kemudian, media tanam tersebut sudah siap digunakan.Perhatikan, media tanam yang sudah di siram dengan cairan fermentasi tidak bisa langsung dipakai, akan menghasilkan suhu panas yang bisa membunuh tanaman, tunggu 1 bulan kemudian.
Hasil fermentasi media tanam yang optimal :
1. Tidak ada lagi bau kotoran hewan yang sangat tajam dan menyengat
2. Warna gelap kehitaman
3. Kondisinya tidak lagi menggumpal dan tidak lengket-lengket, terurai sempurna
4. Tidak terlihat lagi bentuk dan warna kotoran segar yang aslinya
5. Tidak terasa panas suhunya jika dipegang
6. Kadar air rendah karena kondisinya kering
Setelah media tanah sudah siap dipakai setelah fermentasi 1 bulan, siapan bibit anggur, sebelum bibit anggur tersebut dibenamkan ke dalam media tanam, tambahkan
biofungisida yang mengandung Trichoderma sp. yang berguna untuk membunuh berbagai jenis cendawan patogen penyebab penyakit akar pada tanaman.
Trichoderma sp sebanyak 10 gram dilarutkan dalam 1 liter air bersih kemudian didiamkan dulu selama 6-12 jam untuk mengaktifkan cendawan di dalamnya. Setelah itu siramkan ke media tanam 1 liter larutan Trichoderma sp ke dalam area perakaran tanaman.
Peringatan:
Dilarang keras memasukkan pestisida kimia apapun ke dalam media tanam, karena akan membunuh cendawan-cendawan Tricoderma sp.
SOP terakhir setelah bibit anggur sudah dimasukan ke dalam media tanam, penyiraman dengan air bersih 5 liter dengan 1 sendok Asam Humat, siram merata ... Selesai sudah proses peracikan media tanam sampai proses tanam bibit ke dalam planter bag.
Semoga Bermanfaat....Salam Peng-Angguran.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar